Monday, January 12, 2026

administrasi sistem jaringan bab1

 A. Control Panel Hosting


Control panel hosting menyediakan solusi elegan sebagai host dari beberapa situs website yang berjalan pada share hosting, VPS (Virtual Private Server), dan dedicated server. Control panel hosting jenis ini menawarkan kemudahan untuk mengelola piranti lunak berbasis web untuk menyederhanakan proses penanganan server, tanpa perlu memiliki pengetahuan akan server administration. Di samping menentukan layanan hosting murah yang sesuai dengan budget, pemilihan control panel hosting pun menjadi pilihan yang tepat. Control panel hosting ini berisikan berbagai fasilitas untuk mengatur semua fungsi dalam server.

1. Dasar-Dasar cPanel


Secara sederhana, cPanel identik dengan sebuah Web hosting control panel yang digunakan untuk mengatur server yang letaknya sangat jauh (bisa di dalam atau di luar negeri) yang dipakai untuk hosting website. Di mana kita bisa mengatur beberapa fungsi dari server tersebut dengan mudah. Bayangkan jika tanpa memakai cPanel ini harus bolak-balik ke tempat server berada guna mengatur domain atau menginstal script semacam wordpress atau Joomla.


a. Manfaat cPanel


cPanel disediakan oleh perusahaan pemilik server dan di instal secara langsung pada server yang bersangkutan. cPanel hingga sekarang baru support dengan server berbasis Linux OS. cPanel sudah disediakan dipaket hosting. Beberapa manfaat cPanel, sebagai berikut

1) Tidak perlu berpergian ke server yang bersangkutan yang menghosting website untuk aktivitas tertentu. Hanya duduk di depan komputer dan membuka browser.


2) Mengetahui spesifikasi server yang dipakai. Seperti processor, RAM, Disk (yang dihosting) termasuk Load dari server yang dipakai juga bisa diakses dengan mudah.


3) Mengatur pemakaian domain, mengatur file dari website, mengatur database, dan lain-lain.

b. Fitur cPanel


Dengan adanya cPanel ini sangat membantu blogger dan website developer dalam membuat konten website yang berkualitas, mudah dan juga murah. cPanel sendiri ini berbayar. Pada dasarnya, fitur-fitur dari cPanel tergantung dari ketersediaan pihak penyedia hosting. Namun secara garis besar fitur-fitur cPanel adalah sebagai berikut


Tabel 1.1 Fitur cPanel

Preference

Tersedia berbagai macam tutorial berupa video dan artikel, serta pengaturan dari cPanel seperti merubah tema. Merubah bahasa (sekarang belum tersedia bahasa indonesia) dan lain-lain.

Mail

Tersedia berbagai opsi yang mengatur Email pribadi yang berdasarkan Domain yang pakai. Biasanya juga terdapat fitur anti spam seperti Spam assasin yang di bundling di fitur ini.

Files

Mengatur tentang File yang masuk di hosting Pemilik bisa mengakses file yang ada di hosting, mengedit file hosting tersebut. Backup file yang ada di hosting dan lain-lain.

Logs

Untuk melihat aktivitas tentang siapa saja user yang mengakses website, check IP dari pengunjung website. Memasang password pada folder/direktori dari file hosting dan lain-lain.

Domain

Mengatur tentang pemasangan domain, add-ons domain, sub domain pengaturan DNSS dan lain-lain.

Database

Mengatur tentang Databese dari website, seperti database mySQL dan PhpMyAdmin.

Software

CPanel juga mendukung pemasangan Script aplikasi pihak ketiga. Beberapa aplikasi pihak ketiga tersebut seperti diantaranya adalah Softtaculus (pemasangan wordpress, Joomla, Drupal dalam satu klik) Cloudfire CDN dan lain-lain.


2. Klasifikasi Kontrol Panel Hosting Berbasis Open Source Pada dasarnya cPanel termasuk merk kontrol panel yang paling


populer dan paling banyak digunakan di dunia. Ada juga kontrol panel web hosting merk lain seperti Direct Admin, Webmin, Plesk, dan lain-lain. Terdapat beberapa kontrol panel alternatif yang bersifat open source yang tersedia untuk di unduh (download) secara gratis dengan fitur hampir sama dengan yang berbayar.


a. cPanel


cPanel identik dengan kontrol panel hosting yang berbasis Unix/Linux. Aplikasi ini menjadi control panel web hosting yang sangat populer dan umum digunakan oleh sebagian besar jasa penyedia web hosting baik di Indonesia maupun dunia. cPanel memiliki fitur terlengkap yang bisa digunakan untuk mengatur semua kebutuhan pembuatan website melalui tampilan grafis yang mudah digunakan dan responsif. Antarmuka grafisnya sangat membantu untuk mengelola website beserta account hosting dengan sangat mudah dan cepat. cPanel memberi akses penuh atas berbagai elemen pengaturan dari situs web dan administrasi hostingnya melalui web browser misalnya seperti membuat database, membuat account email, auto responder, mengelola file website, dan memiliki fitur autofix yang mampu memberikan solusi praktis terhadap permasalahan yang ditemui oleh para usernya. Dengan demikian, cPanel sebagai control panel server hosting karena sifatnya yang user-friendly dan masih terus dikembangkan hingga saat ini.


b.plesk

Fungsi Utama: Plesk digunakan untuk mengelola akun hosting, mengontrol ribuan virtual host, dan mengotomatisasi berbagai tugas administrasi server.

Kelebihan: Mampu mengurangi biaya dan sumber daya, serta meningkatkan profitabilitas dan efisiensi.

Kelemahan: Meskipun populer, antarmukanya dianggap rumit bagi pengguna baru di Indonesia karena memerlukan pengetahuan web server untuk optimasi.

Fitur-fitur:

Mengelola dan membuat akun email serta database (MySQL dan PostgreSQL).

Membuat akun FTP.

Menambahkan domain dan subdomain.

Mengelola DNS dan sumber daya lainnya.

Restore dan backup data.


c. ISPConfig


ISPConfig berlisensi di bawah lisensi BSD yang identik dengan kontrol panel open source multi bahasa yang berguna untuk mengelola beberapa server di bawah satu kontrol panel. Kontrol panel jenis ini juga mampu mengelola FTP, SQL, BIND DNS, database, dan virtual server. Fitur-fitur yang disediakan oleh ISPConfig adalah sebagai berikut.


1) Antarmuka web yang memudahkan untuk administrator, reseller, dan client login.


2) Dapat memanage lebih dari satu server dari satu panel kontrol.


3) Konfigurasi mirroring dan cluster.


4) Mendukung webserver seperti Apache dan Nginx.


5) Mengelola akun email dan FTP dengan baik.


d. Kloxo

Identitas: Kontrol panel website gratis untuk distro Redhat dan CentOS.

Fitur Utama: FTP, spam filter, PHP, Perl, CGI, fitur Messaging, Backup restore, dan modul Ticketing.

Fungsi: Membantu mengelola kombinasi Apache dengan BIND dan memungkinkan beralih antarmuka tanpa kehilangan data.


e. Zpanel

Identitas: Kontrol panel hosting gratis, ditulis dalam PHP murni, mudah digunakan pada OS kelas enterprise (Linux, UNIX, Mac OS, Windows OS).

Platform: Berjalan baik pada Apache, PHP, dan MySQL.

Fitur Inti: Apache Web Server, hMailServer, FileZilla Server, MySQL, PHP, Webalizer, RoundCube, PhpMyAdmin, phpSysInfo, FTP Jailing, dan lain-lain.


f. Webmin


Webmin merupakan kontrol panel webhosting yang fungsional dan sangat powerfull serta dirancang untuk platform Unix dan Linux dengan metode yang simpel. Webmin mampu untuk mengelola berbagai komponen lingkungan berbasis web dari pengaturan webserver untuk maintaining FTP dan Email Server. Fitur-fitur yang disediakan pada Webmin sebagai berikut.


1) Mengkonfigurasi dan membuat server virtual pada Apache.


2) Mengelola, menginstal atau menghapus paket piranti lunak (RPM format).


3) Untuk keamanan menggunakan fitur firewall.


4) Mengubah pengaturan DNS, alamat IP, konfigurasi routing.


5) Mengelola database, tabel dan field MySQL.


g. EHCP


EHCP (Easy Hosting Control Panel) identik dengan software kontrol panel gratis untuk menjaga server hosting berbasis web dan juga berbasis open-source yang dapat digunakan untuk hosting situs website, membuat account email, account FTP, serta sub domain secara gratis. Hal yang perlu diketahui adalah EHCP termasuk control panel untuk hosting yang pertama ditulis dengan bahasa PHP. Selain itu, EHCP merupakan satu-satunya control panel yang telah built-in support untuk Nginx dan PHP-FPM yang tidak menggunakan Apache dan memberikan kinerja yang baik untuk server low end.


h.DTC

Domain Technologie Control (DTC) adalah control panel hosting terutama untuk admin dan akuntansi layanan hosting GPL. Dengan bantuan interface web berbasis GUI, DTC dapat mendelegasikan tugas seperti membuat email, account FTP, subdomain, database dan banyak lagi. la mengatur database MySQL yang berisi semua informasi hosting.


i. Interworx


Interworx identik dengan sistem manajemen server Linux dan kontrol panel webhosting yang memiliki seperangkat tool dengan memberikan kewenangan administrator untuk memerintah servernya sendiri dan end user dapat meninjau hasil pengelolaan website tersebut. Kontrol panel ini pada dasarnya dibagi menjadi dua mode operasi, yaitu sebagai berikut.


1) Nodeworx, yaitu modus administrator yang membantu mengelolaan server.


2) Site Worx, yaitu website owner view yang membantu end users untuk mengelola account mereka hosting dan fitur-fitur didalamnya.


j. Ajenti


Ajenti merupakan satu-satunya kontrol panel berbasis open source yang kaya fitur, kuat dan ringan. Kontrol panel yang menyediakan antarmuka web responsif untuk mengelola server kecil set-up dan juga paling cocok untuk Dedicated dan VPS hosting. Muncul dengan banyak built-in plugin untuk mengkonfigurasi dan mengelola piranti lunak server dan layanan seperti Apache, Nginx, MySQL, FTP, Firewall, File System, Cron, Munin, Samba, Squid dan banyak program lainnya seperti File Manager, Kode Editor untuk developer serta akses Terminal.


k. VestaCP


Control panel lainnya yang juga perlu diketahui oleh pengguna hosting Indonesia adalah VestaCP. Sama seperti EHCP, control panel ini pun berbasis open-source, sehingga dapat digunakan secara gratis. Selain hadir dengan fitur untuk dipakai mengelola website secara mudah, VestaCP juga hadir dengan tampilan support bahasa Indonesia.


1. Webuzo


Selanjutnya adalah Webuzo, merupakan sebuah produk dari Softaculous. Control panel ini hadir dengan fitur yang cukup lengkap, termasuk script auto install. Namun, yang menjadi kekurangan, Webuzo tidak mendukung dns cluster dan kebanyakan fitur yang ada harus di-install oleh Anda secara manual.


m. sPanel


sPanel adalah control panel hosting berbasis Unix/Linux (saat ini, berbasis Debian) yang dikembangkan sendiri oleh salah satu perusahaan web hosting terbesar di Indonesia. sPanel memiliki antarmuka web yang cukup sederhana, termasuk versi teks yang ringan bandwidth, serta beberapa fitur unik seperti histori backup tiga bulan yang dapat dibrowse/direstore per file, mekanisme keamanan skrip CGI, dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan control panel lainnya, penggunaan sPanel lebih mengarah command line daripada GUI (Graphical User Interface). Oleh karenanya, bagi pengguna yang mungkin tidak terlalu familiar dengan perintah-perintah Linux/Unix, mungkin akan sedikit kesulitan dalam menggunakan sPanel. Saat ini sPanel masih belum banyak mendukung script auto installer seperti halnya pada softaculous diCPanel. Untuk CMS WordPress, Joomla, PhpBB, Prestashop, MyBB, OpenCart, Moodle dan Drupal sudah bisa dilakukan instalasi otomatis melalui sPanel.


3. Perbedaan Web Hosting Server


11


Pengertian web hosting adalah sebuah service atau layanan yang menyediakan resource dari server untuk disewakan kepada semua orang yang membutuhkannya untuk menempatkan file atau informasi di jaringan internet, sehingga tidak perlu memiliki server mandiri yang berjalan 24 jam. Hosting dapat dikategorikan menjadi shared hosting (sebuah server untuk banyak user/sharing resources), dedicated hosting (sebuah server untuk sebuah user), dan reseller hosting yang bisa dijual kembali. Service pada hosting itu bermacam-macam, mulai dari web, ftp, email, vpn, dan lain-lain. Untuk memakai layanan hosting, kita menggunakan Control Panel. Control Panel sebagai sebuah aplikasi pada hosting untuk mempermudah pengaturan hosting yang memiliki kemiripan seperti OS dan berbasis GUI. Namun sebenarnya, aplikasi ini berupa kumpulan script-script dan command yang didesain sedemikian rupa untuk memudahkan webmaster dalam mengelola website.


a. Server Hosting Indonesia


Server Hosting Indonesia artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di Indonesia (Jakarta). Beberapa karakteristik dari server hosting Indonesia sebagai berikut.


1) Cepat jika diakses oleh pengguna internet di Indonesia karena routing jaraknya pendek.


2) Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari indonesia.


3) Tidak terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.


4) Untuk berkirim e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo!, Hotmail, dan Gmail, lebih lambat datangnya dari hosting server USA karena memiliki bandwith internasional yang lebih kecil.


b. Server Hosting Singapura


Server Hosting Singapura artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di Singapura. Beberapa karakteristik dari server hosting Singapura sebagai berikut.


1) Cepat jika diakses oleh pengguna internet di Indonesia dan Asia Pasifik karena routing/jaraknya pendek.


2) Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari indonesia dan Asia Pasifik.

3) Terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.


4) Untuk berkirim e-mail ke arah mail server luar negeri seperti Yahoo!, Hotmail, dan Gmail, relatif lebih cepat datangnya dibandingkan server Indonesia.


5) Kecepatan akses di Indonesia dan Asia Pasifik relatif cepat namun normal di dunia internasional.


c. Server Hosting USA


Server Hosting USA artinya komputer web server yang digunakan untuk menyimpan data website/datacenter terletak di USA. Beberapa karakteristik dari server hosting USA sebagai berikut.


1) Cepat diakses dari seluruh dunia karena pusat server internet dunia ada di USA.


2) Cocok buat website yang pengunjung utama berasal dari dunia internasional.


3) Terpengaruh oleh kondisi konektivitas jaringan internasional dari ISP Indonesia yang digunakan pelanggan.


4) Pengiriman dan penerimaan e-mail cepat/real time sebab routing ke mail server relatif lebih pendek, misal ke Yahoo, Hotmail, Gmail, dan pengguna server berbasis di USA lainnya.


4. Konfigurasi Control Panel Hosting Salah satu aplikasi hosting yang paling sering digunakan adalah EHCP


(Easy Hosting Control Panel) dengan basis Linux debian OS sebagai servernya. Di dalam EHCP terdapat beberapa fitur default antara lain Web server (apache2), Web mail, Database server (seperti PhpMyAdmin, MySQL), FTP server, dan lain-lain. Untuk installasi EHCP memerlukan syarat yang harus diinstall di laptop misalnya seperti LAMP Server. Langkah-langkah dalam EHCP (Easy Hosting Control Panel) sebagai berikut.

a. Unduh dahulu filenya dengan perintah sebagai berikut.


wget -O chcp.tgz www.ehcp.net/ehcp_latest.tgz


b. Selanjutnya ekstrak file tersebut dengan perintah sebagai berikut.


root@thoriq:-@ tar zxvf ehcp.tgz


13


c. Setelah proses ekstraksi selesai, dilanjutkan dengan masuk ke directory ehcp sebagai berikut.


root@thoriq: # cd ehcp/


d. Untuk mengawali proses instalasi dilakukan dengan mengetikkan perintah sebagai berikut.


root@thoriq: ~/ehcp# ./install


e. Tunggu beberapa saat hingga muncul tampilan STAGE 1 sebagai berikut


f. Pada tahap ini, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi.


Tunggu proses EHCP Instal - Inputs/Setting Section. Pada kotak dialog enter your name, masukkan nama user. Perhatikan gambar berikut


g. Pada tahap ini, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi. Selanjutnya masukkan alamat email pada pertanyaan "please enter your/admin email (used to send your panel info, ehcp news) - enter an already working email", misalnya cyberthoriq@gmail.com. Perhatikan gambar berikut.


h. Pada tahap ini, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi. Selanjutnya masukkan password database pada pertanyaan "Enter your current MYSQL ROOT PASSWORD", misalnya trqthoriq. Perhatikan gambar berikut.


i. Pada tahap ini, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi


15


Selanjutnya masukkan password untuk sign in pada pertanyaan "Please pay attention that, you cannot use sign # in your password, misalnya trqthoriq. Perhatikan gambar berikut.


Please pay attention that, you cannot use sign in your password trothoriq


j. Pada tahap ini, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi.


Selanjutnya masukkan password untuk login panel ehcp pada pertanyaan "Enter ehcp admin NEW PASSWORD (default 1234)". misalnya trq271014. Perhatikan gambar berikut.


Enter ehcp panel admin NEW PASSWORD (default 1234):trq271014


Ulangi password di atas saat muncul pertanyaan "Enter ehcp admin NEW PASSWORD AGAIN". Perhatikan gambar berikut.


Enter ehcp panel admin NEW PASSWORD AGAIN: trq271014


k. Pada tahap ini, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi.


Selanjutnya pada isian pemilihan bahasa, pilih "en" saja. Perhatikan gambar berikut.


k. Pada tahap ini, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi.


Selanjutnya muncul pertanyaan "Do you want to instal... Jawah dengan "y". Perhatikan gambar berikut.


1. Pada tahap ini, tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi.


Selanjutnya muncul tampilan Modified configuration file, arahkan pointer pada tulisan yang ke dua yaitu keep the local version currently installed. Perhatikan gambar berikut.


m. Pada tahap ini, posisikan pada tombol OK dan tekan tombol Enter untuk melanjutkan instalasi.


Selanjutnya tunggu beberapa saat hingga debian menyelesaikan tugasnya. Perhatikan gambar berikut.


n. Selanjutnya muncul tampilan postfix configuraion dan arahkan pointer pada internet site, dan akhiri dengan menekan tombol Enter. Perhatikan gambar berikut.


Berikutnya masukkan alamat mail untuk domain, misalnya mail.thoriq.com. 


o. Setelah proses instalasi berjalan dengan baik dan benar. Dilanjutkan dengan membuka web browser seperti Mozilla Firefox, Google Chrome, atau web browser yang sejenisnya. Dilanjutkan dengan menuliskan IP server atau domain /ehcp sehingga muncul tampilan login sebagai berikut.


Selanjutnya akan muncul overview ehcp dan fitur-fiturnya terlihat.


B.share server

Web hosting adalah layanan penyewaan tempat di dunia maya untuk menampilkan layanan jasa atau produk di internet.

Beberapa jenis hosting yang umum digunakan antara lain shared hosting, VPS (Virtual Private Server), dan Dedicated Server.

Shared hosting adalah layanan web hosting di mana beberapa akun hosting diletakkan dalam satu server fisik yang sama dan menggunakan sumber daya serta layanan secara bersama-sama.

Karakteristik utama shared hosting meliputi:

Harga sewa relatif lebih murah karena biaya server dibagi di antara banyak pengguna.

Setiap pengguna mendapatkan ruang disk, akun email, akses FTP/shell, dan lain-lain.

Privasi data pengguna relatif aman karena adanya sistem kontrol administrasi dari pihak hosting.

Kinerja hosting jenis ini sangat dipengaruhi oleh perilaku semua pengguna di server tersebut; jika salah satu pengguna bermasalah, dapat berdampak pada yang lain.

Singkatnya, shared hosting adalah pilihan ekonomis bagi pengguna web yang mencari hosting murah dengan spesifikasi server yang baik, meskipun berbagi sumber daya dengan pengguna lain. 


Definisi dan Risiko: Shared hosting adalah layanan di mana banyak pengguna berbagi sumber daya satu server fisik yang sama. Jika salah satu pengguna menggunakan terlalu banyak sumber daya, seperti menjalankan skrip robot yang membebani server, pengguna lain dapat terkena dampaknya, seperti situs web menjadi lebih lambat. Penyedia hosting biasanya memantau penggunaan ini dan memperingatkan pengguna yang berlebihan.

Fitur Umum: Saat berlangganan, pengguna umumnya mendapatkan nama domain, ruang disk, dan akun email. Layanan ini biasanya menggunakan sistem kontrol panel berbasis web populer seperti cPanel, DirectAdmin, Plesk, dll., untuk memudahkan pengaturan web dan menyediakan statistik hosting (penggunaan CPU, ruang disk, transfer bandwidth bulanan, dan lainnya).

Kelebihan Utama: Kelebihan utama memilih shared hosting adalah mendapatkan server spesifikasi tinggi dengan harga yang relatif murah. Selain itu, pengguna mendapatkan berbagai fitur dalam sistem kontrol web yang disediakan, termasuk kemampuan untuk membuat situs web dengan berbagai platform hanya dengan sekali klik.


Kekurangan


Karena shared hosting digunakan untuk beberapa pengguna, tentunya beban server akan ditanggung bersama. Misalnya terdapat seorang pengguna memiliki kunjungan ribuan orang perhari tentu akan memakan performa dari server. Hal ini pertanda bahwa performa situs user yang lain akan menurun karena berada dalam satu server. Oleh sebab itu, tidak jarang pihak hosting memutuskan untuk menang-guhkan akun hosting yang memiliki kebutuhan data transfer melebihi kapasitas yang telah ditentukan guna menghindari server down yang berakibat pada pengguna lain.


 Konfigurasi Share Hosting Server


i-MSCP (internet Multi Server Control Panel) identik dengan proyek open source yang bertujuan untuk membangun sebuah panel kontrol multi server yang lebih terfokus pada penggunaan secara pribadi dan profesional. Aplikasi jenis ini sangat cepat dan user friendly tidak kalah dengan cPanel yang biasa digunakan. Tujuan utamanya adalah pengelolaan shared hosting tanpa campur tangan manusia pada sistem file server. Aplikasi i-MSCP hanya bisa digunakan pada dua distro linux, yaitu Debian (versi Wheezy ke atas) dan Ubuntu LTS (versi 12.04 keatas).


a. Fitur-fitur I-MSCP


Fitur-fitur yang dimiliki oleh di i-MSCP sebagai berikut.


1) Custom DNS records


2) Event Manager (frontEnd and Backend)


3) External Mail Server


4) Mail Server management (Postfix, Courier, Dovecot), both with quota support)


5) Multi-user level Web interface (administrator, reseller and client).


6) MySQL/MariaDB support.


7) PHP settings Editor (per user, per domain or per site).


8) Plugin API (frontEnd and backend)


9) Preseeding feature for unattended installation.


10) Remote SQL server support.


11) Software package installer.


12) SQL server management (MySQL).


13) Web folder protection using FS immutable bit.


14) Web server management (Apache2 ITK, Fegid and FastCGI/PHPS. FPM)


Pada -MSCP terdapat plugin tambahan yang bisa diinstall sebagai berikut


Plugin Development


2


Tabel 1.2 Plugin tambahan


Keterangan


No.


Miscellaneous


RemoteBridge dan DebugBar


InstantSSH. RouncubePlugin, OwnDDNS,


Billing


4.


Domain AutoApproval, Demo


3.


Statistic


5.


KaziWhmcs dan ImscpBoxBilling


Hook-Files


6.


Monitorix dan Mailgraph


Apache2 Tool Redirec, Postfix Smarthost, Bind9


Localnets


Other


AdminerSQL, InstantSSH, PhpSwitcher, PostScreen, SpamAssassin, OpenDKIM, ClamAV


b. Minimal Sistem


Minimal sistem yang digunakan untuk instalasi i-MSCP adalah sebagai berikut.


1) RAM minimum 512 MB.


2) Prosesor 1 GHz atau lebih cepat / 32-bit (x86) atau 64-bit (x64), tetapi lebih dianjurkan menggunakan core i3.


3) Hard drive minimal 1 GB yang digunakan untuk i-MSCP dan layanan yang dikelola oleh orang yang sama.


4) Akses internet minimum 100 Mbits/s.


5) Aplikasi PHP harus di atas versi 5.3.2, dan Perl harus di atas versi 5.10.1.


6) Linux OS untuk Debian minimal Squeeze dan Ubuntu minimal Lucid.


c. Instalasi I-MSCP di server Debian 8



Langkah-langkah instalasi i-MSCP di server Debian delapan schagai berikut.


1) Tahap persiapan (pre-install)


Perintah-perintah yang digunakan pada saat tahap persiapan (pre-install) sebagai berikut.


#apt-get update


# apt-get install whiptail tasksel


#tasksel install standard


2) Setting fiqdn


Perintah yang digunakan sebagai berikut.


echo 'host.domain.tld' > /etc/hostname


#echo 'vps.thoriq.net'> /etc/hostname


#hostname-F/etc/hostname


Setelah selesai, simpan konfigurasi tersebut dengan menekan keyboard pada tombol kombinasi CTRL + O dan kemudian tekan Enter. Setelah tersimpan, keluar dari file tersebut tersebut dengan menekan keyboard pada tombol kombinasi CTRL + X. Hal yang perlu diperhatikan adalah bila lupa dengan nama hostname server, dapat menggunakan nama alternatif dengan mengetikkan: "hostname -f".


3) Unduh dan ekstrak file i-MSCP


Guna mendownload file installer dan menginstall-nya harus login dengan menggunakan user root. Selanjutnya unduh file installer ke dalam folder /usr/local/src dan kemudian ekstrak file tersebut. Perintah yang digunakan sebagai berikut.


#cd /usr/local/src


Sekarang ini, versi terbaru dari i-MSCP adalah 1.1.5, maka perintah yang digunakan untuk mengunduh dan meng-ekstrak file i-MSCP 1.1.5 sebagai berikut.


# wget https://github.com/i-MSCP/imscp/archive/1.1.5.tar.gz


# tar xzf 1.1.5.tar.gz


#ed imscp-1.1.5


imscp-1.1.5 #



Sebelum melakukan eksekusi file hasil mengunduh dan mengestrak, file imscp.conf yang berada pada folder /configs/debian/ harus diubah (edit) menggunakan editor nano dengan langkah sebagai berikut.


#nano/configs/debian/imscp.conf


vps.thoriq.net, 192.168.100.2


Setelah selesai, simpan konfigurasi tersebut dengan menekan keyboard pada tombol kombinasi CTRL + O dan kemudian tekan Enter. Setelah tersimpan, keluar dari file tersebut tersebut dengan menekan keyboard pada tombol kombinasi CTRL + X.


4) Proses instalasi


Setelah semua persiapan selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah proses instalasi i-MSCP. Perintah-perintah yang digunakan sebagai berikut.


#perl imscp-autoinstall -d


Selanjutnya muncul tampilan i-MSCP Setup Dialog. Kali ini di jawab dengan OK dan akhiri dengan menekan tombol Enter.


Selanjutnya muncul tampilan Installer Options yang memiliki dua opsi pilihan yaitu install dan build. Pada kali ini pilih pada install dengan menekan tombol spacebar dan akhiri dengan menekan tombol enter


Hal yang perlu diketahui adalah dalam penginstallan i-MSCP banyak ditampilkan berbagai dialog box yang muncul menanyakan tentang password, fqdn, bahasa, zona waktu, dan lain-lain. Tunggu hingga proses instalasi selesai dikerjakan dan selanjutnya muncul tampilan pada gambar berikut.


Setelah selesai, dilanjutkan dengan login menggunakan account Admin yang telah dibuat tadı atau bisa juga mengakses melalui http://192.168.100.2 sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut.


브오브


Gambar 1.23 Login i-MSCP


Setelah selesai, dilanjutkan dengan login menggunakan account Admin yang telah dibuat tadi atau bisa juga mengakses melalui http://192.168.100.2 sehingga akan muncul tampilan sebagai berikut


RANGKUMAN


1. Kontrol panel hosting menyediakan solusi elegan sebagai host dari beberapa situs website yang berjalan pada share hosting, VPS (Virtual Private Server), dan dedicated server.


2. Secara sederhana, cPanel identik dengan sebuah Web hosting control panel yang digunakan untuk mengatur server yang letaknya sangat jauh (bisa di dalam atau di luar negeri) yang dipakai untuk hosting website.


3. Pada dasarnya cPanel termasuk merk kontrol panel yang paling populer dan paling banyak digunakan di dunia. Ada juga kontrol panel web hosting merk lain seperti Direct Admin, Webmin, Plesk, dan lain-lain.


4. Dalam dunia internet banyak ditemui istilah hosting, terutama bagi user/netter yang sudah memiliki blog dengan self hosting.


5. Shared hosting biasanya menggunakan sistem kontrol panel berbasis web seperti cPanel, DirectAdmin, Plesk, Interworx, H-Sphere atau salah satu dari banyak produk panel kontrol lainya.

No comments:

Post a Comment

CARQ MENYETING TP LINK

 Konfigurasi modem melibatkan penyambungan perangkat ke listrik dan sumber internet (ISP), mengakses halaman admin melalui browser (biasanya...